fbpx

Makanan Khas Mongondow

“Binarundak”

                                  

Binarundak adalah jenis makanan yang pengolahannya terbilang unik. Dengan perpaduan bahan di antaranya, beras ketan bercampur racikan rempah dan bumbu yakni bawang merah, jahe, ,serai, santan dan lain-lain. Campuran beras ketan dan bumbu tersebut kemudian dimasukkan ke dalam batang bambu yang dilapisi daun pisang. Tak sampai di situ, bambu tersebut kemudian dibakar menggunakan sabut kelapa bercampur tempurung.

 

“Dinangoi”

Makanan khas Mongondow yang terbuat dari sagu ini adalah merupakan makanan yang menjadi warisan turun temurun, dahulu kala dinangoi juga menjadi makanan para elit kerajaan Mongondow.

Pada masa kemerdekaan makanan ini dijadikan sebagai makanan pengganti nasi, karena adanya musim kemarau yang cukup panjang. Sekarang makanan ini menjadi salah satu kuliner khas suku Mongondow yang juga merupakan penduduk asli Kotamobagu. Sehingga dinangoi adalah salah satu makanan khas yang menempati tempat di hati masyarakat asli suku Mongondow maupun pendatang.

Penduduk lokal menyebut jajanan ini sebagai pizza-nya Kotamobagu. Dinangoi terbuat dari sagu, kelapa muda, dan gula. Keistimewaan kudapan ini terletak pada proses pembuatannya. Menggunakan tungku kayu dan belanga yang terbuat dari tanah liat. Dinangoi memiliki tekstur kenyal dengan citarasa manis yang pas. Pecinta kuliner mungkin akan sedikit kesulitan mendapatkan kudapan ini sekalipun di Kotamobagu karena sudah jarang dijual.

 

“Alingkoge/Wajik”

Alingkoge merupakan makanan ringan terbuat dari beras ketan putih dan beras ketan hitam dicampur gula aren. Sering dijadikan sebagai makanan pelengkap hajatan di Kotamobagu. Alingkoge biasanya dibungkus dengan daun jagung atau daun woka, kudapan ini memiliki citarasa manis. Walaupun termasuk jajanan, namun pecinta kuliner juga bisa menyantap Alingkoge untuk mengganjal perut. Jajanan ini juga biasa disebut wajik.

 

 

Bagikan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Comments are closed.