fbpx

Asrama Papua Di Serang Warga Karena Tolak Kibarkan Sang Merah Putih

Surabaya – Ratusan warga gabungan berbagai ormas menyerang Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan no 10, Kota Surabaya, Jawa Timur. Massa geram karena mereka menerima informasi bahwa Mahasiswa asal Papua tidak mau memasang Bendera merah putih di asrama mereka.

Massa sempat saling lempar batu dan mencoba masuk ke dalam asrama untuk mengejar para Mahasiswa Papua. Namun aksi itu berhasil dicegah sejumlah aparat kepolisian yang menjaga ketat di depan pagar asrama.

Setelah berhasil menenangkan massa yang ingin menyerang asrama Papua, polisi berencana menjemput mahasiswa Papua yang ada di asrama. Mereka dijemput untuk dibawa ke Polrestabes untuk dimintai keterangan tentang dugaan pembuangan bendera merah putih di asrama tersebut.

Namun peringatan itu tak digubris. Akhirnya polisi melakukan tindakan. Sekitar pukul 14.45 WIB, polisi menembakkan gas air mata ke dalam asrama mahasiswa. Ada sekitar 10 kali letusan gas air mata yang ditembakkan.

Situasi di lokasi masih mencekam dan para mahasiswa asal Papua belum juga keluar. Ratusan personel polisi stand by di lokasi. Dua mobil rantis juga terlihat di lokasi.

Salah seorang warga mengatakan hal ini di picu karena Mahasiwa Papua tidak mau memasang bendera merah putih.

“Mereka tidak mau pasang bendera. Terus ketika dipasang oleh pihak Muspika bendera di depan, bendera dibuang oleh oknum mereka,” kata salah satu massa Hari Sundoro seperti yang di kutip dari Detik.com

Ratusan masih bertahan dan bahkan terus berdatangan ke asrama Papua. Mereka menuntut Mahasiswa Papua yang tidak mau memasang Bendera merah putih untuk angkat kaki dari Kota Pahlawan Surabaya.

“Ya jelas kita tersinggung, bendera kita dibuang. Kalau nggak mau pasang jangan tinggal di Indonesia apalagi di Surabaya yang kita kenal sebagai Kota Pahlawan,” pungkas Hari

Bagikan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Comments are closed.