fbpx

Tiga Tahun 58 Kasus Kebakaran Terjadi di Kotamobagu, Kerugian Capai Miliaran Rupiah

Kasus Kebakaran

KOTAMOBAGU– Kasus Kebakaran masih rentan terjadi di kawasan perumahan dan pemukiman padat. Apalagi, beberapa hari belakangan Kotamobagu kerap dilanda musim kemarau, sehingga Masyarakat diminta waspada dan lebih berhati-hati terhadap bencana tersebut.

Kemarin, Rabu (21/08/2019), si jago merah kembali menunjukan keganasannya. Puluhan kios di Pasar Serasi Kelurahan Gogagoman Kecamatan Kotamobagu Barat hangus hangus dilalap api sekitar Pukul 15:00 Wita.

Peristiwa tersebut diduga berasal dari arus pendek listrik. Sejumlah pedagang di pasar itu terpaksa mogok berjualan karena kios beserta isinya ludes dilalap api serta mengalami kerugian material hingga Miliar Rupiah.

Tidak sampai disitu, Petugas Damkar yang tengah sibuk memadamkan api di pasar serasi, juga mendapat kabar bahwa Satu rumah di Lorong Kembang Kelurahan Mogolaing dimakan api Pukul 17:00, Wita, disusul satu unit rumah lagi di Kelurahan Motoboi Besar Kotamobagu Timur yang terbakar sekitar Pukul 20:30 Wita. Sehingga kasus kebakaran bangunan kemarin mencapai Tiga titik.

Kasus yang sama juga terjadi di sepanjang tahun 2018, dimana api sempat mencetak 15 kasus kebakaran di Kotamobagu. Beruntung, jumlah tersebut tidak memakan korban jiwa, namun kerugian yang dialami mencapai hingga Rp 1,7 Miliar.

“Jumlah tersebut terdiri dari 2 Gedung, 10 Rumah, 1 Perusahaan dan 2 kantor. Dari kasus itu diperkirakan mengalami kerugian material sebanyak 1,786.000.000. Beruntung dari kasus itu tidak ada korban jiwa,” ungkap Sekertaris Dinas PolPP Damkar Adrianus Manoppo

Sedangkan pada 2017 lalu, jumlah kasus kebakaran terbanyak dimana terdapat 25 bangunan permanen hangus dimakan api. Dari jumlah itu, kerugiannya mencapai 1,3 miliar. Sehingga selang tiga tahun, sudah tercatat 40 bangunan dan 12 kios yang habis terbakar.

“Yang paling dominan itu wilayah Kecamatan Kotamobagu Barat. Disitu pemukimannya padat penduduk dan padat pemukiman sehingga paling berpotensi menimbulkan kebakaran,” ujarnya

Untuk itu, Pihaknya mengimbau agar masyarakat selalu memperhatikan kondisi rumah yang ditinggalkan. “Kalau mau keluar rumah, di perhatikan colokan kabel dipastikan harus off, konvor harus di pastikan mati. Sehingga tidak ada hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi. Karena faktor penyebab kejadian paling dominan kebakaran bersumber disitu,” imbuhnya

Dirinya menambahkan, pihaknya terus melakukan upaya-upaya untuk mengurangi kasus kebakaran di Kota Kotamobagu. Salah satunya adalah dengan memberikan sosialisasi dan pelatihan penanganan kebakaran dini kepada masyarakat.

Bagikan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Comments are closed.