fbpx

Pemkot Seriusi Krisis Air Bersih di Kelurahan Upai

KOTAMOBAGU– Krisis air bersih yang melanda sebagian Wilayah Kelurahan Upai Kecamatan Kotamobagu Utara terus mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota Kotamobagu. Sejumlah Warga yang menetap di Kelurahan itu mulai merasakan dampak kekeringan air akibat musim kemarau yang berkepanjangan.

Salah satu upaya Pemkot yakni dengan melakukan survei mata air Bambe’an yang terletak di perkebunan milik warga Upai. Lokasi itu nantinya akan dibuat jaringan air bersih untuk wilayah Upai dan sekitarnya.

“Kami masih akan berkoordinasi dengan pihak pemilik tanah, karena masih ada survei lanjutan yang akan dilakukan, yakni jaringan serta ketinggian air,” Ujar Kepala Seksi PLP dan Air Minum Dinas PUPR Kotamobagu Zanti Arfa, usai melakukan survei, Jumat (30/08/2019).

Menurut Zanti, dipilihnya mata air Bambe’an Upai sebagai lokasi sumber mata air, karena dari sisi ketersediaan sudah teruji. “Kualitas cadangan mata air bambean aman, karena sudah teruji paska kemarau yang terjadi beberapa tahun lalu, airnya tidak surut,” jelasnya.

Ditambahkan, estimasi anggaran yang akan digunakan nanti untuk pembuatan Broncaptering atau bangunan penangkap sumber air baku, menurutnya sekitar Rp 200 juta. “Perkiraan anggaran kurang lebih 200 jutaan, untuk pembuatan bangunan penangkap sumber mata air baku, diluar dari anggaran instalasi jaringan,” pungkasnya.

Semantara itu, Tokoh masyarakat Kelurahan Upai Dado Laoh, menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah yang sudah mendengarkan keluhan warga mengenai air bersih.

“Masyarakat keluruhan upai pada umumnya sangat bertrimakasih kepada Pemkot kotamobagu karena sudah mendengarkan keluhan warga upai yang selama ini jadi persoalan warga terutama soal air. Kami tidak akan keberatan dengan pembuatan Broncaptering asalkan air yang mengalir bisa, dirasakan oleh warga kelurahan upai,” tambah Wakil Ketua LPM ini

Bagikan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Comments are closed.