fbpx

Harga Cabe Rawit di Kotamobagu ‘Pedas’, Tembus Rp 120 Ribu Per Kilogram

KOTAMOBAGU – Harga cabe rawit di Kota Kotamobagu mendadak naik. Dari Rp 40 ribu per Kilogram, naik hingga Rp 110 ribu.  Pantauan media ini, tidak hanya cabe yang mengalami kenaikan, Bawang Merah pun juga ikut melonjak sampai Rp 40 ribu per kilogram.

Menurut Ros Mokodompit (45), salah satu pedagang pasar 23 Maret mengatakan, kenaikan harga cabe dipicu oleh kurangnya stok di Kotamobagu serta faktor cuaca. Selain itu, kurangnya pasokan cabe dari luar juga menyebabkan mahalnya harga cabe lokal.

“Kalau cabe dari luar kotamobagu banyak yang masuk, biasanya harga cabe lokal turun. Ada juga karena faktor cuaca, itu sangat berpengaruh pada kurang produksi cabe itu sendiri sehingga menyebabkan kenaikan harga,” ujar pedagang asal Desa Otam ini.

Dengan begitu, Ia mengeluh kurangnya pendapatan dari hasil dagangannya. “Tentu berefek pada pendapatan kami yang bisanya stabil. Namun biar bagaimanapun masyarakat tetap membeli karena ini adalah kebutuhan pokok, sehingga masih ada untungnya,” kata Perempuan dua anak ini.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (DisperindagKop-UKM) Herman Aray mengatakan, pihaknya akan turun langsung memonitoring ke tiga pasar tradisional yang ada di Kotamobagu untuk melakukan pemantauan.

“Kami akan lihat apa pemicu kenaikan harga cabe ini, jika ada penimbunan untuk di import ke daerah lain, pastinya kami akan tindaki,” pungkasnya.

Bagikan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Comments are closed.