fbpx

Pembebasan Lahan Ring Road Tidak Ada Ganti Rugi, tapi Ganti Untung, Begini Nilainya! 

KOTAMOBAGU– Pembebasan lahan pembangunan Jalan Lingkar atau Ring Road yang melewati Tiga Daerah, yakni Kotamobagu, Boltim dan Bolmong terus dipacu.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Imran Amon mengatakan, sekarang pihaknya sudah masuk tahap persiapan kerja sama dengan kantor pertanahan untuk melakukan proses pengukuran bidang-bidang.

“Kita sudah masuk tahap pengukuran dengan kantor pertanahan kotamobagu. Kalau cuacanya bisa baik itu prosesnya cepat mungkin 3 hari dengan memakai alat ukur dari udara oleh pertanahan” kata Amon, Senin (104/11/2019).

Disamping itu, Amon menegaskan bahwa pembebasan lahan tidak ada istilah ganti rugi, tetapi sesuai amanat UU nomor 2 tahun 2012 bahwa yang ada ganti untung.

“Yang terpenting itu adalah masyarakatnya dulu bahwa ini adalah kepentingan umum, tidak ada istilah ganti rugi tetapi ganti untung, itu sudah ada dalam Undang-undang nomor 2 tahun 2012 kalau harga tanah itu senilai kambing, maka setelah dia lepas kambing itu dia mampu membeli seekor sapi,” ujar Amon.

“Artinya itukan ganti untung bukan ganti rugi, itu yang dilakukan pemerintah kotamobagu, terutama dengan melakukan lobi ke pemerintah Provinsi dan dana APBN melalui kementrian PUPR,” sambungnya

Selain itu, Ia juga menyebut anggaran untuk pembebasan tanah sesuai  NJOP Kotamabagu itu kurang lebih Rp 185 miliar, sedangkan untuk biaya konstruksi nilainya tidak kurang dari Rp 800 miliar.

“Ada kurang lebih 900 bidang tanah yang diukur dengan panjang 33,9 Kilometer.  Nah sekarang kita tinggal menunggu hasil fisibilitis, Amdal dari PUPR dan perencanaan pengadaan dari Perkim, targetnya tahun ini bisa selesai, begitu selesai kemudian kita serahkan ke provinsi,” pungkasnya

Bagikan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Comments are closed.