fbpx

Pemkot Tekan Alih Fungsi Lahan Pertanian di Kotamobagu

KOTAMOBAGU– Penyusutan lahan persawahan di kawasan Kota Kotamobagu semakin besar. Hal itu disebabkan karena adanya alih fungsi lahan disejulah lokasi menjadi sebuah industri atau perumahan.

Untuk itu, Pemerintah Kota Kotamobagu mengambil langkah serius terhadap kurangnya lahan produksi di Kota Kotamobagu.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah membuat Naskah Akademik Lahan Pertanian Pangan Berkelanjut atau LP2B. Nantinya, LP2B ini akan dijadikan peraturan daerah (Perda) yang akan mengatur tentang penjualan atau pengalihfungsian lahan pertanian atau persawahan.

“Jadi banyak lahan pertanian yang berkurang karena sudah dialihfungsikan, seperti pembangunan perumahan dan industry, sehingga dengan tahapan penyusunan dokumen ini diharapkan akan dapat menekan para petani untuk menjual lahan pertaniannya,” ungkap Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian Meiva Najoan, Jumat (07/12/2019).

Menurutnya, lahan persawahan yang paling banyak dialihfungsikan berada di Kecamatan Kotamobagu Selatan dan Timur. Disitu kata dia, sudah banyak mengambil lahan produktif yang kemudian menjadi sebuah bangunan.

“Maka tahun depan harus ditetapkan Perda tersebut agar penyusutan lahan pertanian di kotamobagu bisa ditekan. Namun, boleh saja ketika lahan produksi tersebut dijual namun tidak dialihfungsikan dan tetap menjadi lahan persawahan,” ujarnya

Ia menargetkan, Ranperda LP2B akan diberlakukan mulai tahun 2020. “diharapkan para petani pemilik lahan dapat mengikuti aturan perda yang akan berlaku tahun depan ini, agar lahan pertanian dan persawahan di kotamobagu tidak semakin berkurang,” pungkasnya

Bagikan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Comments are closed.