fbpx

Disparbud Gali Situs Sejarah dan Budaya di Kotamobagu

KOTAMOBAGU– Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu lewat Dinas Kebudayaan dan Periwisata (Disbudpar) untuk merawat, melestarikan serta mengembangkan situs sejarah dan budaya sebagai objek wisata daerah terus dilakukan.

Salah satunya dengan melakukan pendataan situs-situs sejarah dan budaya peninggalan kerajaan Bolaang Mongondow yang tersebar diwilayah Kota Kotamobagu.

Hal itu juga terlihat dari turun langsungnya tim Disbudpar ke sejumlah tempat yang telah didata diantaranya, Makam Abo Tadohe yang terletak di bukit Kansil, Goa Golantung di Kelurahan Upai, makam Mokoginta di Desa Bilalang I, Makam Salim D Makalalag dan Kota Tua yang terletak di Desa Sia’ Kecamatan Kotamobagu Utara.

Menurut Kepala Bidang Budaya Thelma Olola, masih banyak situs sejarah dan budaya di Kotamobagu yang belum terungkap. Berdasarkan informasi, ada sejumlah peninggalan kerajaan Bolaang Mongondow pada masa lampau.

“Ini kami data, selain meminta data dari Sangadi (Kepala Desa) dan Lurah, kami juga turun langsung melihat dan mencari tahu ke seluruh Desa dan Kelurahan melalui informasi masyarakat setempat,” ujar Olola

Selain situs dan lokasi tempat bersejarah, Disparbud juga melakukan pendataan benda-benda bersejarah yang saat ini disimpan oleh warga. “Kami berharap ada kerja sama warga yang menyimpan benda-benda bersejarah untuk pendataan,” ujar Thelma.

Menurutnya, pelestarian sejarah dan cagar budaya ini sangat paenting, sehingga dibutuhkan adanya kerjasama dari semua pihak. “Untuk merawat dan melestarikan benda-benda bersejarah, termasuk didalamnya seni, tarian tradisional dan adat istiadat adalah kewajiban kita semua. Dan ini akan bisa terwujud dengan adanya kerjasama yang baik antara masyarakat dan pemerintah,” pungkasnya.

Diinformasikan, Dispabud membentuk tim kerja dan menjadwalkan untuk mengunjungi langsung situs-situs sejarah dan budaya di Empat Kecamatan se Kota Kotamobagu.

Bagikan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Comments are closed.