fbpx

Warga Sinindian Ini Raup Keuntungan Lewat Bisnis Kue Basah

KOTAKOBAGU– Industri Kecil Menengah (IKM) di Kota Kotamobagu rupanya terus mengalami perkembangan dari tahun ke tahun. Hal ini terlihat dari banyaknya masyarakat yang melirik usaha kecil atau insdustri rumahan yang dinilai mampu meraup keuntungan serta menopang ekonomi keluarga.

Dewi Hartini Paputungan (44) misalnya, adalah salah satu pelaku usaha dibidang kue basah berupa jenis Kue Bolu Murni, Pia Murni serta Kabesa Murni.

Saat disambangi ditempat usahanya, di Kelurahan Sinindian Kecamatan Kotamobagu Timur, Perempuan Tiga Anak yang akrab disapa Mama Rahmat ini mengaku sudah 10 tahun membuat kue basah ini.

“Kurang lebih 10 tahun usaha ini berdiri. Dalam sehari bisa mencapai empat hingga lima sak terigu yang dicetak sebanyak 4000 kue yang dihasilkan,” ujar Dewi

Dari penjualnnya itu, Ia mampu meraup keuntungan hingga puluhan juta dalam sebulan. Sedangkan modal yang Ia keluarkan mencapai Rp 18 Juta ditambah gaji karyawan.

“Pendapatan tersebut sudah cukup lumayan, karena selain penjualan, Kami juga sudah ada langganan pesanan sebanya 600 hingga 700 pak per harinya,” julasnya

Dirinya juga mengaku, Industri rumahannya pernah mendapat bantuan dari pemerintah berupa satu Unit oven pada 2015 lalu. Namun, Ia juga berharap pemerintah kembali memberikan bantuan berupa mesih cetak label.

“Sudah ada  juga yang dari manado  menawarkan pemakaian label pada kue tersebut. Tapi itu harus dibayar Uang Muka sebesar 1,5 juta rupiah. Nah, ini yang saya harapkan ke pemerintah, semoga kedepan ada bantuan berupa mesin catak label sehingga packingan kue ini sudah mempunya legalitas serta identitas,” harapnya

Untuk pemasaran kata Dia, masih dalam skala Bolaang Mongondow Raya (BMR). Sebab, Dirinya belum punya cukup banyak modal untuk memperluas usaha dagangnya.

“Untuk pemasarannya sudah menjalar diseluruh BMR sampai Kabupaten Minahasa Raya. Namun untuk skala Manado itu belum karena terkendala modal, tapi kedepan sudah ada perencanaan untuk pemasaraanya yang lebih luas,” kata Mama Rahmat

Lanjutnya, Dalam sebulan juga penghasilannya bisa mencapai kurang lebih 30 juta. Biasanya untuk modal beli tepung 18 juta, beli gula merah dan  pembayaran gaji untuk 7 karyawan masing-masing 700 ribu per karyawan.

“Pendapatan tersebut sudah cukup lumayan, karena selain penjualan, Kami juga sudah ada langganan pesanan sebanya 600 hingga 700 pak per harinya,” julasnya

Dirinya juga mengaku, Industri rumahannya pernah mendapat bantuan dari pemerintah berupa satu Unit oven pada 2015 lalu. Namun, Ia juga berharap pemerintah kembali memberikan sentuhan bantuan berupa mesih cetak label.

“Sudah ada  juga yang dari manado  menawarkan pemakaian label pada kue tersebut. Tapi itu harus dibayar Uang Muka sebesar 1,5 juta rupiah. Nah, ini yang saya harapkan ke pemerintah, semoga kedepan ada bantuan berupa mesin catak label sehingga packingan kue ini sudah mempunya legalitas serta identitas,” harapnya

Bagikan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Comments are closed.