fbpx

Petani Desa Moyag Ini Raup Untung Lewat Produksi Gula Aren

KOTAMOBAGU– Komoditi Gula Aren atau Gula Batu terus menjadi produk andalan bagi sebagian petani yang ada di Desa Moyag, Kecamatan Kotamobagu Timur.

Salah satunya Ungke Mamonto (68), yang mampu meraup keuntungan dari hasil mengelolah gula aren tersebut. Menurut ungke, dalam seminggu Ia mampu mendapatkan keuntungan Rp 500 ribu rupiah dari hasil penjualan produk tersebut.

“Produksinya dalam seminggu itu bisa sebanyak 50 kilogram yang siap untuk dipasarkan dengan harga Rp.10.000 perkilogram. Sehingga dalam seminggu itu bisa mencapai 500 ribu rupiah,” ujar Ungke, saat disambangi di tempat pengolahannya, Senin (02/03/2020).

Bahkan, Pemerintah Desa (Pemdes) Moyag terus mendorong produksi gula aren tersebut. Menurut Sekdes Maskur Gumalangit, pihak Pemdes melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) mulai mengembangkan usaha gula aren itu.

“BUMDes kita terus memaksimalkan guna terus mendorong perekonomian masyarakat. Atas hasil penggalian potensi ini dengan banyaknya para pengrajin gula merah (aren), maka kami dukung unit usaha perdagangan dengan membeli hasil olahan gula merah para petani,” kata Sekretaris Desa Moyag, Maskur Gumalangit

Untuk pengembangan usahanya, BUMDes akan membeli gula aren dari para pengrajin. “Kita beli hasil olahan gula aren dari mereka. Tiap pengrajin bisa menghasilkan 30 sampai 40 buah dalam tiga hari pengolahan. Di Desa Moyag pengraji gula aren ada sekira 15 orang,” terangnya

Lebih lanjut dikatakanya, untuk pemasarannya, BUMDes bekerja sama dengan pedagang lokal. “Harganya kita patok 12 ribu per buah, kemudian pedagang yang kita ajak bekerja sama ini menjualnya kembali dengan harga yang mereka tentukan sendiri,”pungkasnya.

Bagikan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Comments are closed.